Terjebak di Timeline yang Nggak Pernah Tenang
Hai Sobat Cozterizer🙋♂️
Akhir-akhir ini, buka media sosial rasanya bukan lagi buat hiburan tapi kayak masuk ke ruang penuh teriakan.
Semua orang marah.
Semua orang ribut.
Dan entah kenapa, semuanya terasa makin berat.
Timeline isinya debat panas soal kebijakan yang bikin geleng kepala. Harga kebutuhan naik pelan-pelan tapi pasti, sementara penghasilan rasanya jalan di tempat. Video orang berantem, saling hujat, saling jatuhin seolah dunia ini lagi kehilangan remnya.
Yang bikin capek itu bukan cuma beritanya.
Tapi akumulasi dari semuanya.
Sedikit demi sedikit, tanpa sadar, kita ikut kebawa.
Ikut kesal.
Ikut muak.
Ikut stres.
Padahal kita cuma scroll.
Lucunya, kita nggak ikut rapat kebijakan.
Nggak ikut nentuin harga pasar.
Nggak kenal juga orang-orang yang berantem itu.
Tapi efeknya nyata kepala jadi penuh, hati jadi sesak.
Kadang rasanya dunia ini memang lagi nggak baik-baik saja.Tapi setelah dipikir-pikir, mungkin bukan dunia yang sepenuhnya rusak mungkin kita yang terlalu lama menatap sisi terburuknya.
Media sosial itu seperti jendela.
Masalahnya, kita seringnya buka jendela ke arah kebakaran, bukan ke arah taman.Dan kalau tiap hari yang dilihat cuma api, wajar kalau kita mulai merasa semuanya hangus.
Jadi harus gimana?
Bukan berarti kita harus jadi orang yang nggak peduli.Tapi kita juga nggak wajib menanggung semua beban dunia sendirian.
Coba mulai dari hal sederhana:
1. Kurangi konsumsi yang bikin kepala penuh.
Nggak semua berita harus diikuti.Nggak semua perdebatan harus dimenangkan.
2. Kasih jeda buat diri sendiri.
Tarik diri dari keramaian yang berisik itu.Ganti waktu scroll dengan sesuatu yang lebih “nyata” ngobrol sama orang terdekat, jalan sebentar, atau sekadar diam tanpa distraksi.
Dan yang paling penting, ingat: kita punya batas.
Nggak semua hal bisa kita kontrol.Tapi kita bisa memilih apa yang kita lihat, apa yang kita pikirkan, dan bagaimana kita merespon.
Dunia mungkin memang lagi kacau.Tapi kita masih bisa menjaga diri supaya nggak ikut hancur di dalamnya.Kadang, bertahan dengan waras di tengah kekacauan itu sendiri sudah jadi bentuk kemenangan.
Komentar
Posting Komentar