Postingan

Hidup Memang Cuma Sekali, Tapi Masa Iya Cuma Bentar?

Gambar
Hai sobat cozterizer🙋‍♂️ Belakangan ini gw sering mendengar kabar yang sama berulang-ulang. Bukan tentang pernikahan. Bukan tentang kelahiran. Tapi tentang kematian. Yang membuat hati semakin berat adalah: yang pergi justru orang-orang yang masih muda. Ada yang karena sakit mendadak, ada yang karena kecelakaan, ada juga yang karena tubuhnya perlahan rusak oleh pola hidup yang tidak dijaga. Lalu muncul pertanyaan yang sederhana, tapi cukup mengganggu pikiran: Hidup memang cuma sekali… tapi masa iya cuma sebentar? @Manusia modern, tubuh yang rapuh Secara ilmiah, manusia sebenarnya dirancang untuk hidup cukup lama. Banyak penelitian kesehatan menunjukkan bahwa harapan hidup manusia modern berada di kisaran 70–80 tahun jika tubuh dijaga dengan baik: makan seimbang, tidur cukup, olahraga, dan menghindari kebiasaan merusak seperti merokok atau konsumsi berlebihan. Namun kenyataannya, banyak orang tidak sampai di sana. Gaya hidup yang tidak sehat, stres berkepanjangan, makanan ul...

Mungkin Ini Waktu Terbaik Untuk Kembali

Gambar
Hai sobat cozterizer🙋‍♂️ Ada masa dalam hidup ketika semuanya terasa runtuh.Rencana yang kita susun dengan rapi tiba-tiba berantakan.Doa yang kita panjatkan terasa seperti tidak pernah sampai.Dan hidup berjalan seperti tidak lagi berpihak pada kita. Pada titik itu, banyak orang mulai bertanya dalam hati: "Kenapa ya hidup gini amat?" "Allah masih peduli gk si?" Atau bahkan pertanyaan yang lebih jujur: "Kenapa gw masih harus percaya?" Tidak semua orang berani mengucapkannya.Tapi banyak yang diam-diam merasakannya. Merasa kalah. Merasa terjatuh. Merasa jauh dari Tuhan. Dan anehnya, semua itu sering terjadi justru di bulan Ramadhan. Bulan yang katanya penuh rahmat. Bulan yang katanya pintu langit dibuka. Bulan yang katanya doa-doa lebih dekat dengan pengabulan. Tapi bagi sebagian orang, Ramadhan justru terasa sunyi. Shalat terasa kosong. Doa terasa hambar. Al-Qur'an dibaca tapi hati terasa tidak ikut hadir. Kalau elu sedang berada di titik itu...

Kenapa Masih Percaya Tuhan Setelah Hidup Dibuat Berantakan?

Gambar
Hai sobat Cozterizer🙋‍♂️ "Kenapa elu masih percaya Tuhan setelah hidupmu dibuat berantakan?” Pertanyaan itu terdengar seperti ejekan. Seolah iman hanya cocok untuk mereka yang hidupnya mulus. Yang doanya cepat terkabul. Yang rezekinya lapang. Yang keluarganya hangat. Lalu bagaimana dengan kita yang hidupnya terasa seperti puing-puing? Usaha gagal. Ekonomi seret. Hubungan retak. Mental lelah. Berantakan. Tapi justru di titik itu, gw belajar satu hal: iman tidak tumbuh di taman yang rapi. Iman sering kali tumbuh di tanah yang retak. Rasulullah ď·ş bersabda: “Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin. Sesungguhnya seluruh perkaranya adalah baik baginya. Jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur maka itu baik baginya. Dan jika ia tertimpa kesusahan, ia bersabar maka itu baik baginya.” Hadis ini diriwayatkan oleh Suhaib ar-Rumi dan terdapat dalam Sahih Muslim. Perhatikan kalimatnya: seluruh perkaranya adalah baik baginya. Bukan hanya yang menyenangkan. Bukan hanya yang sesu...

Benarkah Kita Kalah oleh Takdir?

Gambar
Hai sobat cozterizer🙋‍♂️ Waktu larut malam sepertinya emang waktu yang tepat bagi orang-orang yang merasa kalah dalam takdirnya. Pun gw juga sering overthingking,merenung,bahkan meratapi kekalahan demi kekalahan yang gw alami di hidup ini.Dan hal ini kembali terjadi sebelum akhirnya gw menulis blog ini. Ditengah-tengah lamunan ini gw coba buka lg kitab Shahih Muslim di tablet gw dan menemukan sebuah hadist yg cukup membuat hati ini mulai terbuka. Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ď·ş bersabda: “Pada hari kiamat akan didatangkan orang yang paling sengsara hidupnya di dunia namun ia termasuk penghuni surga. Maka ia dicelupkan ke dalam surga sekali celupan saja. Kemudian dikatakan kepadanya: ‘Wahai anak Adam, apakah engkau pernah melihat kesengsaraan? Apakah engkau pernah merasakan penderitaan?’ Ia menjawab: ‘Tidak, demi Allah wahai Rabbku, aku tidak pernah melihat kesengsaraan sedikit pun dan tidak pernah merasakan penderitaan sama sekali.’ Dan didatangkan pul...

If I Had the Choice Before Birth

Gambar
Hai sobat cozterizer🙋‍♂️ Gmn masih kuat puasanya? Semoga belum ada yg surrend yak. Maaf kalau tilisan ini akan terdengar personal,tp gw pengen berbagi sedikit ke kalian. Ada hari-hari ketika gw bertanya dalam hati: Jika sebelum lahir gw dikasih pilihan, apakah gw tetap memilih dunia ini? Gw anak kedua dari tiga bersaudara. Satu-satunya laki-laki. Terdengar seperti posisi yang istimewa, bukan? Tapi kenyataannya, gw sering merasa seperti figuran dalam cerita keluarga sendiri. Kakak gw tumbuh dengan segala yang terlihat lebih dulu sempurna. Ia seperti versi “berhasil” yang selalu bisa dibanggakan. Sementara gw? Gw tumbuh dalam keadaan yang serba pas-pasan. Perhatian tak pernah benar-benar menjadi punya gw. Mungkin karena hidup kami pernah mulus lalu terpuruk. Dan mungkin memang tidak cukup lapang untuk membagi perhatian secara adil.  Dalam rumah yang sempit oleh ekonomi, kasih sayang kadang ikut terasa sempit. Sebagai anak laki-laki satu-satunya, ekspektasi menempel sepe...

Kenapa Dunia Makin Jahat Ya?

Gambar
Hai sobat Cozterizer🙋‍♂️ Lama bgt ya udh gk ketemu. Tulisan ini gw tujuin buat gw dan elu semua yang sedang merasa lelah sama dunia yang semakin lama semakin jahat. Kadang gw duduk sendirian dan bertanya dalam hati: kenapa rasanya dunia ini makin keras, makin dingin, makin melelahkan? Apakah dunianya yang berubah? Atau kita yang makin kehilangan jeda untuk bernapas? @Kerjaan yang Menguras Bukan Hanya Tenaga. Bekerja dulu mungkin soal mencari nafkah. Sekarang terasa seperti bertahan hidup.Jam kerja panjang, target yang tidak pernah merasa cukup, tuntutan yang terus naik sementara apresiasi terasa makin tipis.  Kita pulang bukan dalam keadaan lelah biasa, tapi lelah yang menggerus sabar. Lelah yang membuat senyum terasa mahal. Ironisnya, semakin keras kita bekerja, semakin terasa bahwa rasa aman itu jauh. Harga naik, kebutuhan bertambah, tanggungan tidak berkurang. Rasanya seperti berlari di treadmill. Capek, tapi tetap di tempat. @Ekonomi yang Tak Lagi Ramah Dulu kita b...

Feodalisme (Antara Adab dan Pengkerdilan)

Gambar
Hai Sobat Cozterizer🙋 Duh sudah lama tidak berjumpa yak,kangen bgt gw ama lu pada. Buset akhir-akhir ini negara rame bener yak udh kaya bubaran pabrik. Ada satu keramaian yang sangat mengganggu akhir-akhir ini khususnya di dunia kepesantrenan dan kesantrian.Ya,Feodalisme. Feodalisme tuh apasih paustad? coba kita kulik yok,duduk lu pada sini melingkar! Dalam dunia pesantren, hubungan antara guru (kiai) dan santri seringkali diwarnai dengan penghormatan yang sangat tinggi. Salah satu fenomena yang masih ditemukan di beberapa pesantren tradisional adalah santri harus berjalan jongkok atau menunduk ketika melewati guru. Bagi sebagian orang, hal ini dianggap sebagai bentuk adab dan penghormatan terhadap ilmu. Namun, di sisi lain, ada juga yang mengkritiknya sebagai warisan budaya feodal yang tidak relevan dengan semangat kesetaraan manusia. Lalu, manakah yang benar? Apakah fenomena ini termasuk feodalisme, atau justru adab yang luhur? 1. Memahami Makna Feodalisme Secara histori...