Mungkin Ini Waktu Terbaik Untuk Kembali
Hai sobat cozterizerš♂️
Ada masa dalam hidup ketika semuanya terasa runtuh.Rencana yang kita susun dengan rapi tiba-tiba berantakan.Doa yang kita panjatkan terasa seperti tidak pernah sampai.Dan hidup berjalan seperti tidak lagi berpihak pada kita.
Pada titik itu, banyak orang mulai bertanya dalam hati:
"Kenapa ya hidup gini amat?"
"Allah masih peduli gk si?"
Atau bahkan pertanyaan yang lebih jujur:
"Kenapa gw masih harus percaya?"
Tidak semua orang berani mengucapkannya.Tapi banyak yang diam-diam merasakannya.
Merasa kalah.
Merasa terjatuh.
Merasa jauh dari Tuhan.
Dan anehnya, semua itu sering terjadi justru di bulan Ramadhan.
Bulan yang katanya penuh rahmat.
Bulan yang katanya pintu langit dibuka.
Bulan yang katanya doa-doa lebih dekat dengan pengabulan.
Tapi bagi sebagian orang, Ramadhan justru terasa sunyi.
Shalat terasa kosong.
Doa terasa hambar.
Al-Qur'an dibaca tapi hati terasa tidak ikut hadir.
Kalau elu sedang berada di titik itu, mungkin elu perlu tahu satu hal:
Allah tidak menunggu kita menjadi baik dulu baru kembali kepada-Nya.
Justru sebaliknya.
Kita kembali karena kita sedang tidak baik-baik saja.
Allah bahkan memanggil orang-orang yang merasa dirinya sudah terlalu jauh dari-Nya:
“Katakanlah: Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(QS. Az-Zumar: 53)
Perhatikan bagaimana ayat itu dimulai.
Bukan dengan panggilan kepada orang-orang saleh.Bukan kepada orang yang hidupnya sudah rapi.Tapi kepada orang yang merasa telah melampaui batas terhadap dirinya sendiri.
Artinya, bahkan kalau elu merasa hidup masih berantakan,
bahkan kalau elu merasa sudah terlalu jauh tersesat,pintu itu tetap terbuka.
Sebentar lg Ramadhan sudah memasuki 10 malam terakhir.
Malam-malam yang diam-diam menyimpan satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.
Malam Lailatul Qadr.
Rasulullah ļ·ŗ bersabda:
“Barang siapa yang berdiri (beribadah) pada malam Lailatul Qadr dengan iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Bayangkan itu.Kesalahan yang menumpuk selama bertahun-tahun,penyesalan yang selama ini kita bawa diam-diam,bisa saja Allah hapus hanya dalam satu malam.
Bukan karena kita sempurna.
Bukan karena kita paling rajin.
Tapi karena kita memilih untuk kembali.
Kalau lu ngerasa jauh dari Tuhan sekarang,jangan memulai dengan hal yang terlalu besar.Tidak perlu langsung berubah drastis.Mulailah dengan sesuatu yang sangat kecil.Bangun di malam hari meskipun hanya sebentar.Duduk di atas sajadahmu.
Angkat tanganlu trs curhat dengan jujur:
"Ya Allah… aku bahkan tidak tahu harus berkata apa."
Tidak perlu kalimat yang indah.
Tidak perlu doa yang panjang.
Karena Tuhan yang menciptakan hatilu
tidak membutuhkan kata-kata sempurna untuk memahami luka lu
Rasulullah ļ·ŗ pernah bersabda:
“Allah lebih bergembira dengan taubat seorang hamba-Nya daripada kegembiraan seseorang yang menemukan kembali untanya yang hilang di padang pasir.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Artinya bahkan satu langkah kecil untuk kembali saja sudah sangat berarti di sisi Allah.Kalau hiduplu sedang terasa berantakan hari ini,jangan tunggu semuanya membaik baru kembali kepada Tuhan.
Datanglah dalam keadaan berantakan itu.
Datanglah dengan semua luka.
Dengan semua penyesalan.
Dengan semua pertanyaan yang belum terjawab.
Karena mungkin…
10 malam terakhir Ramadhan ini bukan tentang seberapa sempurna ibadahmu.Tapi tentang satu langkah kecil yang sangat berani:
memilih untuk pulang.
Komentar
Posting Komentar